Header Ads


Mengetahui Kontroversi Pembangunan Patung Panglima China di Tuban

Mengetahui Kontroversi Pembangunan Patung Panglima China di Tuban 

Pembangunan Patung Megah di sebuah Klenteng Kwan Sing Bio daerah Tuban menuai kontroversi dikalangan netizen, banyak yang mendukung dan tak sedikit juga mencemooh. Begini Kisahnya

patung kwan
Patung Kwan di Klenteng Tuban

Berawal dari pembangunan patung ini yang dikatakan tidak belum memiliki izin resmi dari pemerintah, hingga akhirnya beberapa netizen bertanya-tanya mengenai siapa dan apa fungsi patung tersebut.

Patung ini pun disindir-sindir sebagai bukti kesombongan etnis Tionghoa, walaupun sudah dijelaskan oleh pemilik bangunan dan patung klenteng bahwa sosok sebenarnya dalam Patung tersebut adalah seorang panglima perang Tiongkok  bernama Kongco Kwan Sing Tee Koen.

Dikatakan Patung ini mengambarkan semangat perjuangan Panglima Kwan dan bukti keberanian dalam membela kebenaran dan penindasan, namun tak sedikit yang mencemooh jasa apa yang dilakukan Panglima ini terhadap Indonesia.


Banyak kritikan mengenai tokoh dibalik patung tersebut, padahal mereka menilai walaupun ingin membuat sebuah patung megah, banyak sekali tokoh-tokoh pejuang yang berasal dari Indonesia yang bisa dibuat mengantikan sosok Kwan.

Para  pendukung menyerukan bahwa  patung ini memiliki kesamaan nama dengan nama awal pembangunan Klenteng ini dan jadi pilihan yang tepat. Mereka juga menjelaskan bahwa ini tidak seheboh yang dikecamkan di Medsos, bahwa bangunan ini bisa terlihat dari 4 penjuru sehingga meresahkan warga Tuban.

Sebab, untuk melihat patung ini kita perlu masuk ke dalam kawasan Klenteng Kwan Sing Bio yang juga merupakan kawasan wisata terkenal disana. Begitulah Faktanya.

Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat Surabaya pun mengelar aksi Demo didepan Gedung DPRD Jawa Timur Surabaya pada Senin (7/8) menyuarakan satu keinginan yaitu "Robohkan!"

demonstran
demonstran 


Didik Muadi, Korlap Aksi menilai pembangunan patung tersebut tidak ada Sejarahnya di Tanah Air Indonesia ini juga memberikan bukti bahwa para pejuang Indonesia kurang dihargai.

Saat ditanya soal hubungan penolakan patung dengan keagamaan, Didik membantah karena aksi ini murni gerakan Bangsa Indonesia yang ingin Para pahlawannya dihormati. 

Bagaimana pendapat kalian Gaes?




No comments

Powered by Blogger.